*SPREAD YOUR LOVE AND SMILE

moody ♥ blue addicted ♥ fatty ♥ excited

August 23, 2014 5:41 am
Halal bi halal PT Nippon Shokubai Indonesia 2014 with teteh Lissa cantique …… (at Convention Hall The Royale Krakatau Hotel)

Halal bi halal PT Nippon Shokubai Indonesia 2014 with teteh Lissa cantique …… (at Convention Hall The Royale Krakatau Hotel)

August 22, 2014 8:30 pm
♥#DET

♥#DET

August 21, 2014 2:38 am

Thursday - August 21, 2014

Bad feeling.
Start from today.
Contra and against.
Keep on myself.
Patient.
Thanks.

August 17, 2014 5:52 pm

METAMORFOSA

Metamorfosa KEHIDUPAN selalu berjalan terlebih untuk manusia. Tahap terakhir ada pada melekatnya busana terakhir yang dekat dengan kulit kita pada permukaan tanah. Dari sebuah CINTA kita ada. Dari sebuah kasih SAYANG kita dibina. Dari sebuah asuh kita dibesarkan. Dari sebuah didik kita diajarkan. Dari sebuah kebaikan kita diberi contoh. Dari sebuah kemarahan kita di beri nasihat. Dari sebuah sakit kita diberi peringatan. Dari sebuah usia kita diberi kemampuan. Dari sebuah kematian kita diberi perpisahan :)

Bapak dan ibu tak pernah letih mengiringi buah hatinya berkembang menjadi sebuah harapan yang ada pada keinginan beliau berdua. Bukan mungkin lagi, tapi segala macam musim pasti beliau lewati untuk kebahagiaan dan pendewasaan buah hatinya. Pantang berkata “tidak” itulah cara orangtua saya mewujudkan keinginan anaknya secara bertahap dengan pelajaran bahwa : Tuhan saja tidak pernah menolak keinginan kita, hanya saja ada proses didalamnya untuk kamu gapai dengan usahamu.
5 tahun rasanya seingat saya kala itu. Gadis kecil menginginkan permainan lengkap sebuah boneka namun bapak dan ibu belum menyanggupinya. Usaha saya terletak pada pelajaran dari ibu dan bapak bahwa saya harus bisa hafalan surat Al-fatihah dan surat pendek dahulu, baru bisa mendapatkan boneka itu. Pelajarannya adalah, manusia hidup pasti akan menemukan dan membutuhkan TIMBAL BALIK. Apalagi yang menyangkut dengan sebuah keinginan pribadi. Bapak dan ibu banyak memberi pembelajaran tentang proses menggapai keinginan tersebut.

Sujud SYUKUR saya bisa besar pada didikan dan lingkungan keluarga yang mandiri seperti bapak dan ibu. Beliau ajarkan kepekaan dari sebuah kesunyian, ketangguhan dari sebuah kegelapan, pencahayaan diri dari sebuah ilmu dan keramahan dari arti saling menyapa. Masa kecil saya pernah menangis karena suatu hal yang saya inginkan tidak tercapai, lomba fashion show cilik misalnya. Bapak dan ibu hanya berpesan : jangan nangis, nak. Atasi dan jangan menangis.
Dari kalimat itu bapak dan ibu seolah berpesan bahwa salah dan betulnya sebuah usaha manusia terletak pada kemampuan manusianya itu sendiri yang mungkin pada saat itu usaha saya belum maksimal.
Apapun yang saya ingin lakukan tetap dibawah pengawasan dan ijin ibu. Ya, ibu. Saya banyak menghabiskan waktu hidup saya dengan ibu ketika saya menghadapi perpisahan dalam keluarga saya. Makin kuatlah pembentukan karakter saya sebagai anak yang sanguinis :)

Setiap penggalan kalimat baru yang saya tangkap dalam keseharian bapak dan ibu cukup menginspirasi saya untuk bisa menjadi karakter yang bisa mengontrol ego dan keinginan saya sendiri. Ya, saya yang terbilang keras dan sulit menerima kritikan dari orang lain.

Lambat laun sikecil tumbuh dewasa. Dilihatnya gaya hidup kawan kawannya yang menurutnya tidak harus dimilikinya namun hasrat ingin memiliki itu ada. Oke, fase labilitas dan galaunista menyerang saya kala itu yang memasuki bangku sekolah menengah atas.
Setiap hal yang saya simak dari majalah remaja, obrolan kawan sekolah dan televisi menimbulkan gaya berpikir saya yang mulai butuh pembatasan akan adanya sebuah proses dimana saya mulai memasuki masa puber dan serba ingin tahu ini itu. Satu pesan ibu : mbak, jadi diri kamu apa adanya. Orang akan nyaman dan hormat dengan diri kamu ketika kamu bisa menunjukan originalitas mu karena itu adalah jujur.
Sungguh luar biasa satu kalimat yang mampu mendoktrin saya kala itu yang selalu ingin terlihat tampil dengan fashionable dihadapan kawan2. Terlepas dari itu, saya berpikir buat apa berkoar koar menunjukkan apa yang saya kenakan toh itu masih dalam usaha ibu dan bapak. Saya hanya menumpang nama. Malu lah saya karena masih sering menadah telapak tangan pada beliau berdua. Bangga akan pekerjaan bapak dan ibu, namun saatnya kini yang mereka harus bangga terhadap apa yang saya kerjakan.

Labilitas mulai terkontrol. Pro kontra saya dengan ibu mulai aktif. Banyaknya mengenai kerja dan kuliah. Usia 17th sudah terpikir ingin kuliah dan kost diluar kota. Aktualnya, orangtua menolak mentah2. Alasan saya ingin fokus ke kuliah agar pikiran tidak terbagi dengan urusan pekerjaan. Di fase ini, orang tua tetap kuat dan tegas menolak. Dengan alasan anak perempuan pertama. Kuliah disini bisa, sambil kerja, ibu bilang ke saya seperti itu.
Namun pikiran kritis saya mulai terkikis sedikit demi sedikit atas permintaan wanita istmewa ini.
Kuliah saya tetap kejar untuk masuk dalam jajaran universitas negeri namun gagal dan betul saja berjodoh dengan universitas swasta di jakarta. Tuhan mendengar doa ibu saya. Kuliah tetap luar kota, namun berpenghasilan masih didalam kota sendiri. Ibu memang baik dan Tuhan sangat adil.

Jika dihitung, hutang saya pada ibu dan bapak mungkin lebih dari triliun bahkan tak terhitung. Tapi tiap kali ingin berbagi rezeki, ibu dan bapak bilang : KEBAHAGIAAN kami adalah melihat mu sukses, mbak.
Sungguh luar biasanya Tuhan menciptakan manusia yang bernama ibu dan bapak. Beliau adalah malaikat tanpa sayap yang Tuhan kirim untuk saya didunia.

KETIADAAN seseorang sangat mempengaruhi energi positif pada hidup kita. Namun itu menjadi salah satu re-charge keyakinan bahwa semua akan berawal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya.
Dari tanah lah kita dibuat, kepada tanah pula kita diistirahatkan. Semua individu akan mengalaminya. Maka, bahagiakanlah orang tercinta kalian sebelum dipertemukan oleh tempat perkumpulan terakhir. Bergembiralah dengannya :)

Bapak dan ibu, maaf bila anakmu ini belum bisa menjadi butiran harapan penuh yang ingin kalian capai.
Hanya berusaha memenuhi nya dengan cara berbeda dan sederhana seperti kesederhanaan yang kalian ajarkan pada buah hatimu ini.

Dari sebuah METAMORFOSA KEHIDUPAN dengan penuh CINTA dan SAYANG serta adanyaTIMBAL BALIK yang menjadi rasa SYUKUR memberikan arti dua hasil yaitu  KEBAHAGIAAN dan KETIADAAN :)

Selesai ditulis pada pukul 03:50 dini hari pada tanggal 18 Agustus 2014 (Senin).

May 4, 2014 1:43 pm

FEEL FREEZY …

Okey. Setelah meet up, aku selalu freezy dibuatnya. Yes, blank.
Apapun yang aku liat, ketika berinteraksi dengan dia berasa telinga dibuat tuli oleh sekitar dan hanya khusus dengerin omongan dia aja.
Sorry hey sorry, kalau kamu bicara aku suka minta ulang. Aku deg2an. hellow hihihi….

Btw, aku bukan wanita berinteligensi tinggi yang tau akan canggihnya pembaruan teknologi.
Bukan pula wanita modern yang mengetahui detail perkembangan genre music, alur film atau bahkan toko brand terbaru yang lagi booming didunia anak muda seusia ku. Aku hanya menyimak, menelaah, memilih dan melakukan. Ya, melakukan yang bisa kulakukan untuk bisa jadi apa adanya aku =)

Lebihpun relijius, masih jauh dari kata khatam. Means, aku cinta agamaku, cinta penciptaku, tapi belum secara keseluruhan aku mengimplementasikan perintah tuhan dan contoh rasul.
I call you, “my reminder” …..
Sometimes, aku ngerasa minder, minus dan “takut” gacocok nantinya “jalan” sama kamu. Yes, aku sebut jalan karena “hidup” sudah aku jalanin hanya “bersama” nya saja yang belum terjadi. Dan aku ….. takut.
You look BETTER than me when we talk and share about our religi =’)
So far, i accept it and really appreciate cause of you are still keep in good relation to me ….

Akhir kata …..
Kelak, aku hanya ingin kamu tau bahwa keahlian ku adalah mengurus rumah tangga dan inshaAllah membantu  menambah income keluarga.
Wohoooo… santi, too much high !!!. Hahahaha. Amin.

April 30, 2014 3:15 pm

HE IS …

Yes, he is.
Aku kamu. Aku ya aku, kamu ya yang ngubah aku. Salah seorang yang menonjol untuk ngingetin aku terhadap indahnya nikmat yang Tuhan beri.

Sampai saat ini aku gatau atau tepatnya belum tau menamakan kita sebagai apa. Tapi aku bahagia. Aku menikmatinya. Aku menjalaninnya dengan senang hati hal - hal yang berkaitan untuk energi positif yang aku dapet.
Kadang bahagianya datang beriringan dengan dukanya.
Berpikir bahwa, aku perempuan akhir jaman yang minim ilmu agama sangat bersyukur kepada Tuhan karena bisa dipertemukan dengan dia.

Ajaib. Kamu datang tiba - tiba dengan sejuta pesan matang dan dewasa. Kita adu argumen, tukar pendapat, saling lempar opini dan hal ini menyadarkan aku. Bahwa  2 hal yang membuat aku jadi kurang percaya diri untuk bisa berkomunikasi dengan kamu, khususnya mengenai agama.

Aku masih belum mau dan belum bisa menentukan “apa sebutan” yang pantas untuk kita b2 saat ini.
Aku hanya ingin kenal adamku secara jauh ketika Tuhan pun ridho.
Aku hanya takut salah ucap disela komunikasi kita.
Yang pada akhirnya sebuah jujur membludak menjadi sebuah mimik wajah berseri.

Aku hanya wanita akhir jaman yang ingin menjaga pandangan ketika berinteraksi. Menata tutur kata ketika bercakap. Membatasi argumen dan pemikiran untuk menjaga sikap.
Karena, sesungguhnya hanya ingin calon adamku kelak yang bisa menjadi panutan dan suri tauladan :)
Amin …

April 13, 2014 2:53 pm

Keabadian …

14 April 2014.
Sekian banyak persepsi awal saya mengenai apa arti jalinan kasih dan sebuah kesetiaan tidak sepenuhnya terjawab dengan konkreet. Semua bermula dari-Nya dan teka - teki pun berakhir pada-Nya. Yang artinya adalah, ikhtiar kita untuk mendapatkan sesuatu itu berasal dari Tuhan dan acap kali tangan kita bertengadah sebagai cara mencari petunjuk dan jalan keluar atas arahan-Nya.

Abadi itu hanya satu, hidup setelah kematian. Selebihnya, kita hanya diperbolehkan berlari dan memperbanyak point untuk mendapatkan tiket surga.
Surga yang sering sering disebut sebagai pelabuhan terakhir dua insan kasih nan setia lagi salih dan salihah menghabiskan masa abadinya.

Dunia dan seisi bumi ini seakan gambaran miniatur kecil yang memiliki beragam misteri dan celah.
Tuhan menugaskan makhluk apinya untuk menguji tingkat level iman kita.

Pikiran bodoh sempat terlintas dipikiranku. Bahwa, aku hanya ingin mencintaimu saja ya Tuhan, daripada harus memiliki penyakit hati atas rasa ku terhadap adam yang kau cipta ….

Naif memang.
Namun terkadang, aku ingin mengabdi sepenuhnya atas kuasa Tuhan yang maha dahsyat ini.
Rasa syukur ku terhadap kekuatan Tuhan yang menguatkan aku untuk tetap ingin terus mengerti akan ilmu yang Tuhan beri pada hambanya yang masih belum khatam atas ilmu agama ini :)

Ikhtiar prosesnya, bahagia hasilnya ……

February 24, 2014 7:28 pm

instagram:

Local Lens: Finding Peace in Tokyo with @hirozzzz

In this series, local Instagrammers show you their favorite places to shoot around where they live. To explore more of Tokyo, follow @hirozzzz on Instagram.

Tokyo Instagrammer Hiroaki Fukuda (@hirozzzz) is one of the many who have fallen in love with the dense crowds that populate the Tokyo cityscape. From the industrial areas of the Tokyo Bay to Tokyo Tower standing in the heart of the city, Tokyo’s dynamic scenery is one-of-a-kind. For Hiroaki, the beautiful constructions found all over the city fuel his creativity on Instagram.

Hiroaki likes to capture places like the tranquil Shinjuku Gyoen National Garden and the scenic route of the Yurikamome train line that rides along the Tokyo bay. “I’ve always been fascinated by the idea of what Tokyo would feel like if it was emptier,” he says. “Whether it is an empty train, a passageway, an empty bench in a park or a street in a busy district, I feel like I’m always striving to create a sense of calm in what I know to be one of the most densely populated regions in the world.”

Other locations Hiroaki enjoys shooting are the narrow alleys found in the vibrant districts of Shibuya and Shinjuku, the architecture in Omotesando and Ginza and the chaos of the Tsukiji Fish Market. Even among the hustle and bustle of these places, Hiroaki finds and captures a moment of peace.

February 11, 2014 9:48 am

PEMBERI BAHAGIA YANG SEDERHANA

11 february 2014. Malam ini sambil diiringi lagu cover a thousand years by boyce avenue jadi sepintas terpikirkan apa saja dan bersama siapa saja waktu yang telah saya lewatkan setahun duatahun bahkan tigatahun yang lalu.

Susah senang tentu, datang dan pergi pasti ada, lelah dan semangat selalu datang bergantian. Itu semua tak terlepas dari sebuah niat juang orang orang besar yang bisa membesarkan hati saya untuk tau rasanya bagaimana proses menjadi orang besar.

Keluarga, sahabat, kolega, semua saya temui berbeda karakter yang mampu membuat saya berpikir dan belajar banyak dari pengalaman yang mereka punya. Betapa beruntungnya hidup saya ini, yatuhan :)

Terlebih karena hadirnya orang orang terkasih yang mampu memberi energi ekstra untuk bisa menatap hari depan menjadi lebih sempurna.
Merekalah yang memberi saya keyakinan bahwa hikmah dari sungguh sungguh adalah tempatnya janji Tuhan.

Ya, mereka. Siapa siapa yang telah sangat berjasa dalam hidup saya.
Sahabat dan keluarga, pemberi bahagia yang sederhana ….

February 9, 2014 3:27 am
Happy cook, happy eat. Sipiriliiiii !!!!!

Happy cook, happy eat. Sipiriliiiii !!!!!